Pengaruh Makanan dan Minuman
Pengaruh Makanan dan Minuman Terhadap Obat
Penulis : dr ernawati sinaga ms apt
Hasil kerja obat di dalam tubuh kita memang sangat mungkin dipengaruhi
oleh makanan atau minuman yang kita konsumsi. Ini dikenal sebagai
peristiwa interaksi obat-makanan. Selain dengan makanan, berbagai obat
yang kita konsumsi pada saat bersamaan juga dapat saling berinteraksi
satu sama lain. Interaksi obat-makanan (food-drug interaction) atau
interaksi antarobat (drug interaction) ini dapat mengurangi khasiat
atau kemanjuran obat, bahkan dapat menimbulkan efek yang membahayakan
pasien.
Sesuai dengan pertanyaan yang bapak-bapak ajukan, kali ini kita
membahas interaksi obat dengan makanan saja dahulu. Lain kali
mudah-mudahan kita akan membahas interaksi antarobat. Teh, kopi, susu,
tape, atau makanan apa saja yang kita makan berpotensi untuk
mengadakan interaksi dengan obat yang kita konsumsi. Sebab itu, minum
obat sebaiknya dengan air putih saja, kecuali untuk obat-obat
tertentu.
Teh mengandung senyawa tannin yang dapat mengikat berbagai senyawa
aktif obat sehingga sukar diabsorpsi atau diserap dari saluran
pencernaan. Demikian pula susu. Susu mempunyai sifat dapat menghambat
absorpsi zat-zat aktif tertentu terutama antibiotika. Jika obat kurang
diabsorbsi, berarti daya khasiat atau kemanjurannya juga akan
berkurang. Sehingga penyembuhan mungkin tidak akan tercapai.
Karena itu, jika Anda sedang mengonsumsi antibiotika, misalnya
ampisilin, amoksilin, kloramfenikol dan lain-lain, sebaiknya Anda
jangan minum susu, apalagi minum obat antibiotika tersebut bersama
dengan susu. Jika Anda ingin minum susu juga, sebaiknya tunggu sekitar
dua jam setelah atau sebelum minum antibiotika, agar penyerapan obat
antibiotika tersebut di saluran pencernaan tidak terganggu.
Tidak semua jenis obat tidak baik dikonsumsi bersama-sama dengan susu.
Ada beberapa obat, terutama yang bersifat mengiritasi lambung, justru
dianjurkan untuk diminum bersama susu atau pada waktu makan. Gunanya
agar susu atau makanan tersebut dapat mengurangi efek iritasi lambung
dari obat yang dikonsumsi. Walaupun susu atau makanan dapat sedikit
mengurangi daya kerja obat-obat tersebut, namun efek perlindungannya
terhadap iritasi lambung lebih bermanfaat dibandingkan dengan efek
penurunan daya kerja obat yang sangat sedikit.
Obat-obat seperti ini, contohnya obat-obat antiinflamasi nonsteroid
seperti asetosal dan ibuprofen, yang biasa diberikan untuk meredakan
atau mengurangi rasa sakit, nyeri, atau demam. Begitu juga obat-obat
kortikosteroid yang biasanya digunakan untuk meredakan inflamasi
(misalnya bengkak atau gatal-gatal) seperti prednison, prednisolon,
metilprednisolon, dan lain-lain.
Bagaimana dengan kopi? Kopi, sebagaimana kita ketahui, mengandung
kafein. Kafein bekerja merangsang susunan syaraf pusat. Jadi, agar
efek stimulan terhadap susunan syaraf pusat tidak berlebihan, hindari
mengkonsumsi bahan-bahan yang mengandung kafein seperti kopi, teh,
coklat, minuman kola, dan beberapa merek minuman berenergi (energy
drink) ketika Anda sedang dalam pengobatan menggunakan obat-obat yang
juga dapat merangsang susunan syaraf pusat seperti obat-obat asma yang
mengandung teofilin atau epinefrin.
Walaupun sebagian besar rakyat Indonesia bukan peminum alkohol, patut
juga disampaikan disini bahwa ketika Anda minum obat sebaiknya sama
sekali berhenti minum alkohol. Alkohol mempunyai pengaruh yang sangat
kuat terhadap fisiologis tubuh sehingga dapat mengganggu atau bahkan
mengubah respons tubuh terhadap obat yang diberikan. Contohnya,
obat-obat antihistamin atau antialergi (biasanya diberikan untuk
meringankan gejala alergi, flu atau batuk) umumnya menyebabkan
mengantuk. Konsumsi antihistamin bersama dengan alkohol akan menambah
rasa kantuk dan memperlambat performa mental dan motorik.
Alkohol juga akan meningkatkan risiko perdarahan lambung dan kerusakan
hati jika dikonsumsi bersama obat-obat penghilang rasa sakit seperti
parasetamol atau asetaminofen. Alkohol juga dilarang diminum bersama
dengan obat-obat penurun tekanan darah tinggi golongan beta-blocker
seperti misalnya propranolol. Kombinasi alkohol-propranolol dapat
menurunkan tekanan darah secara drastis dan membahayakan keselamatan
jiwa pasien. Tape, walaupun sedikit, sudah kita ketahui mengandung
alkohol, terutama tape ketan atau tape beras. Oleh sebab itu sebaiknya
kurangi atau hindari makan tape ketika Anda mengkonsumsi obat-obat
yang dapat berinteraksi dengan alkohol seperti yang diuraikan di atas.
Pengaruh makanan atau minuman terhadap obat dapat sangat signifikan
atau hampir tidak berarti, bergantung pada jenis obat dan
makanan/minuman yang kita konsumsi. Selain itu harus pula difahami
bahwa sangat banyak faktor lain yang mempengaruhi interaksi ini,
antara lain dosis obat yang diberikan, cara pemberian, umur, jenis
kelamin, dan tingkat kesehatan pasien. Apa yang diuraikan dalam
ruangan ini baru sebagian kecil saja dari pengaruh interaksi
obat-makanan terhadap pengobatan yang kita jalani. Untuk penjelasan
lebih rinci, jangan ragu-ragu untuk bertanya langsung kepada dokter
atau apoteker di apotik. Beliau-beliau dengan senang hati akan
menjawab pertanyaan Anda. Demikian penjelasan yang dapat kami berikan,
mudah-mudahan bermanfaat.
Catatan : Nama-nama obat yang disebutkan dalam penjelasan di atas
adalah nama zat berkhasiat atau nama generiknya. Untuk mengetahui
apakah obat yang Anda konsumsi mengandung senyawa obat tersebut
periksalah komposisi obat pada label atau kemasan. Atau, jika obat
yang Anda terima berupa racikan, periksalah nama obat yang ditulis
dokter dalam resep atau kopi resep yang dapat Anda minta pada petugas
di apotek.
Hangtuah Digital Library
-
-------- Original Message --------
> --
> =================================
> The biggest question in life is:"Why?".
> And the answer is:"Why not?"
> =================================
--
=================================
The biggest question in life is:"Why?".
And the answer is:"Why not?"
=================================