blog*spot
blog*spot
 


| Halaman Depan | About Us | Artikel | Galeri Foto | Permias |
Maclay, Mei 2004

St George Island, New Year 2004

Winter Festival 2003

Samurai From Tallahassee

Lebaran-Thanksgiving 2003

International Thanksgiving Dinner

Museum

House Warming kel. Tony

17 Agustus 2003

Jalan-jalan di Atlanta

Santai

Pengantin Baru!

Maclay Garden

Tujuh-bulanan

 

View Guestbook

Sign Guestbook

Penyebab nyeri otot

Nyeri Otot Banyak Sebabnya


HABIS berolahraga, usai kerja bakti, setelah melakukan perjalanan
jauh, habis nyetir mobil, bahkan terlalu banyak tidur, uniknya semua
kegiatan berbeda itu bisa melahirkan satu jenis keluhan saja, yaitu
nyeri otot. Celakanya, orang sering merespons dengan cara yang sama
dalam mengatasinya. Padahal, nyeri otot bisa berbagai macam sebabnya.


Hakikatnya, segala sesuatu yang berlebihan, akibatnya selalu tidak
baik. Demikian juga dengan otot. Satu atau beberapa organ tubuh
penting itu akan melakukan reaksi yang berimplementasi nyeri tadi,
apabila ia digunakan secara berlebihan.


Nyeri otot salah satu bentuk reaksi tubuh atas adanya penggunaan yang
berlebihan tadi. Menurut dr Sanyoto Putro Pinardi SpBO dari RS MH
Thamrin Internasional, terjadinya nyeri pada otot karena adanya
jaringan yang menjadi rusak akibat aktivitas yang berlebihan itu.
"Tergantung jaringan mana yang dirusak. Setiap individu akan bereaksi
terhadap jaringan yang dirusak ini."


Nyeri otot sendiri dalam ilmu kedokteran dibagi atas beberapa
kategori. "Nyeri biseral dan nyeri supervisial, atau dalam istilah
lain disebut dengan radiating pain atau refer pain, yakni nyeri yang
dihantarkan. Nyerinya di mana dan penyebabnya apa, harus diteliti
dengan cermat."


Nyeri otot dalam kedokteran ortopedi biasanya disebabkan oleh terlalu
banyak aktivitas. "Misalnya olahraga yang berlebihan, sehingga terjadi
proses inflamasi atau peradangan pada saraf terdekat yang menghidupi
otot tersebut. Nyeri otot lainnya adalah isemik atau rasa nyeri yang
menyebabkan spasme atau kejang otot. Biasanya, terjadinya kejang otot
ini disebabkan misalnya sehabis gerak jalan 50 kilometer kaki
mengalami kejang otot."


Terjadinya nyeri isemik ini sangat berkaitan dengan suplai oksigen
yang kurang di dalam pembuluh darah. Biasanya, tindakan yang dilakukan
orang apabila terjadi nyeri otot ini dengan menggosokkan balsem atau
obat yang sifatnya hangat, untuk memudahkan pelebaran pembuluh darah.
Oksigen pun akan sampai ke tujuan dan isemik bisa teratasi."


Apakah itu nyeri otot biasa, atau nyeri otot yang disebabkan oleh
penyakit lain, bisa dilihat dari cara penderita berjalan, duduk,
tidur, dan sebagainya. "Dalam dunia kedokteran ortopedi, biasanya
dokter akan melihat orang itu dari cara berjalan, duduk, cara tidur,
dan sebagainya. Apakah jalannya stabil atau pincang. Dokter akan
memeriksa apakah ada kelainan pada sendi dan jaringan penyangga sendi,
seperti ligamen dan sebagainya."


Terjadinya spasme atau kejang otot biasanya disebabkan adanya
penimbunan asam laktat di dalam darah pada jaringan otot terdekat,
yang menyebabkan metabolisme unaerobik selama isemik. Bisa juga spasme
otot ini, jelas dr Sanyoto, disebabkan zat kimia lain yang terbentuk
pada jaringan yang menyebabkan kerusakan pada sel-sel otot.


Zat-zat kimia penyebab spasme otot ini antara lain bradi kinen dan
polipeptida. Pada umumnya, dokter ortopedi akan melakukan pemeriksaan
secara utuh mulai dari cara berdiri dari depan dan belakang, cara
tidur, telentang, duduk, dan gerakan rate of motion sendi-sendi.


"Penyebab spasme pada usia 50 atau 60 tahun biasanya karena adanya
pengapuran. Bentuk sendi tidak simetris karena terjadi deformitas.
Yang sering terjadi pada sendi lutut berubah bentuk menjadi X atau O,"
ujar dr Sanyoto.


Bila sudah demikian, maka dokter akan melakukan tindakan berupa
memeriksa kontur otot betis dan kontur otot paha. Pada umumnya,
terjadinya kekakuan pada otot (stateness) juga karena otot sudah lama
tidak digerakkan. "Jadinya otot menjadi kaku. Lama-lama otot bisa
mengecil atau biasa disebut disuse antropi."


Miastenia


Perlu diwaspadai, sering terjadi kasus lemah otot pada anak-anak yang
biasa disebut dengan miastenia grafis. "Penyakit ini menyebabkan
otot-otot lemah dan tidak bisa menyangga tubuhnya. Miastenia yang
berat bisa menyebabkan kematian pada bayi. Tetapi ada juga anak dengan
otot lemah ini bisa hidup sampai dewasa."


Para orang tua yang memiliki anak balita harus mewaspadai miastenia
ini. Misalnya, apabila anak sedang belajar berdiri, anak berdiri
secara pelan-pelan dan harus disangga, atau ketika dari jongkok
kemudian berdiri harus disangga. Kepala bayi akan menoleh atau
menggerakkan ke atas pun juga harus dipegangi. "Anak yang mengalami
lemat otot, kalau ia berdiri, jatuhnya pun secara tiba-tiba. Cirinya
yang khas, ia kalau berdiri tanpa sengaja memegangi lututnya karena
tidak kuat. Ini yang harus diwaspadai," jelasnya.


Di Indonesia, kasus semacam ini memang jarang. Tapi, menurut dr
Sanyoto, bisa disebabkan memang langka atau bisa juga karena dokter
tidak bisa mendeteksi penyakitnya. Karena, pada masyarakat yang tidak
mampu, misalnya, mungkin anaknya tidak bisa dibawa ke dokter spesialis
ortopedi karena masalah biaya.


Oleh sebab itu, sangat penting pula pemeriksaan potensi kekuatan otot
ini dengan pemeriksaan Elektro Miografi (EMG) untuk mengetahui
kekuatan otot dan kekuatan jalan saraf.


Namun, tak bisa disangkal bahwa di Indonesia juga banyak ditemukan
adanya anak-anak yang mengalami lemah otot yang disebabkan oleh
gangguan sistem motorik di otak atau yang dikenal dengan serebral
palsi. "Anak-anak ini akan mengalami hambatan dalam pertumbuhan. Tipe
serebral palsi cukup banyak, salah satunya adalah tipe paralitik di
mana tubuh penderita loyo hampir seluruhnya atau sebagian saja.
Anak-anak ini tidak selalu ber-IQ rendah, ada juga anak yang pintar
tetapi duduknya selalu menyandar, kepalanya lemah untuk bergerak.
Mereka juga gampang merasa pegal."


Tentu saja, anak-anak yang demikian harus diberi terapi khusus,
tujuannya terutama agar ia bisa hidup mandiri. "Mulai dari mandi,
makan, buang air, usahakan dilakukan sendiri. Prof EJ Black, seorang
ahli di bidang serebral palsi, pernah datang ke Indonesia dan
memberikan terapi-terapi bagaimana menjadikan anak-anak ini mandiri,"
kata dr Sanyoto.


Cedera otot


Penyakit lain yang berkaitan dengan otot adalah cedera otot. Dokter
Nyoman SpOR menjelaskan, cedera otot memang banyak dialami mereka yang
beraktivitas di dunia olahraga seperti atlet. "Tetapi, tidak menutup
kemungkinan orang biasa juga mengalami cedera otot saat berolahraga.
Cedera ini umumnya disebabkan karena kesalahan dalam berolahraga atau
karena kecelakaan akibat benturan dengan lawan seperti pemain sepak
bola. Bisa juga disebabkan terjatuh dalam posisi yang tidak baik,
sehingga kaki atau tangan terkilir seperti sering dialami pemain bulu
tangkis."


Bila seseorang mengalami cedera otot, otot akan mengalami peregangan.
Apabila sudah demikian, jalan terbaiknya orang tersebut harus
istirahat. "Tindakan pertama bila terjadi cedera adalah kompres bagian
cedera ini dengan es, kemudian dibebat. Apabila yang cedera pada kaki,
setelah dibebat, kaki harus dinaikkan. Demikian juga bila cedera pada
tangan, tangan juga dinaikkan."


Perlunya tangan atau kaki diangkat ke atas tadi, agar darah tidak
mengalir dengan cepat. Apabila kaki atau tangan yang cedera itu dalam
posisi di bawah maka pembuluh darah bisa pecah.


Sebaiknya pemberian es dilakukan selama 48 jam atau dua hari setiap 15
menit sekali, setelah itu baru dilakukan pembebatan. Setelah dua
sampai tiga hari, baru diberi air panas pada bagian cedera agar aliran
darah kembali lancar. "Jangan berhenti diberi es apabila masih
bengkak. Dan sebaiknya penderita jangan terlalu banyak gerak atau bagi
para atlet yang cedera perlu istirahat sesuai anjuran dokter."


Jangan diurut


Apabila terjadi cedera otot, sering kali ditemukan kasus-kasus ini
ditangani dengan pengurutan. Padahal, tidak selalu harus demikian.
Orang yang mengalami cedera, bisa saja ada pembuluh darah pada
jaringan otot yang robek sehingga timbul perdarahan.


Sebaiknya, dalam kasus yang satu ini, menurut dr Nyoman yang juga
dokter tim sepak bola Persija ini, jangan diurut atau diberi param
karena cedera justru akan semakin parah.


"Pengurutan hanya akan menimbulkan inflamasi yang pada akhirnya malah
menjadi bengkak karena pembuluh darah yang robek makin melebar dan
biasanya menjadi lama sembuhnya," ujar Nyoman.


Ia sendiri mengakui tidak sedikit juga atlet yang melakukan pengurutan
semacam itu. Padahal, sebaiknya dikompres dengan es. Pembuluh darah
yang pecah pun tidak semakin pecah, justru bisa makin kuat karena
terjadi pembekuan.


Bila cedera otot ini sudah cukup berat maka tindakan dokter adalah
memberikan gips, karena biasanya cedera sudah mengarah pada keretakan
tulang dan sendi. (Nda/V-1)


Copyright © 2003 Media Indonesia


Pengaruh Makanan dan Minuman

Pengaruh Makanan dan Minuman Terhadap Obat


Penulis : dr ernawati sinaga ms apt


Hasil kerja obat di dalam tubuh kita memang sangat mungkin dipengaruhi
oleh makanan atau minuman yang kita konsumsi. Ini dikenal sebagai
peristiwa interaksi obat-makanan. Selain dengan makanan, berbagai obat
yang kita konsumsi pada saat bersamaan juga dapat saling berinteraksi
satu sama lain. Interaksi obat-makanan (food-drug interaction) atau
interaksi antarobat (drug interaction) ini dapat mengurangi khasiat
atau kemanjuran obat, bahkan dapat menimbulkan efek yang membahayakan
pasien.


Sesuai dengan pertanyaan yang bapak-bapak ajukan, kali ini kita
membahas interaksi obat dengan makanan saja dahulu. Lain kali
mudah-mudahan kita akan membahas interaksi antarobat. Teh, kopi, susu,
tape, atau makanan apa saja yang kita makan berpotensi untuk
mengadakan interaksi dengan obat yang kita konsumsi. Sebab itu, minum
obat sebaiknya dengan air putih saja, kecuali untuk obat-obat
tertentu.


Teh mengandung senyawa tannin yang dapat mengikat berbagai senyawa
aktif obat sehingga sukar diabsorpsi atau diserap dari saluran
pencernaan. Demikian pula susu. Susu mempunyai sifat dapat menghambat
absorpsi zat-zat aktif tertentu terutama antibiotika. Jika obat kurang
diabsorbsi, berarti daya khasiat atau kemanjurannya juga akan
berkurang. Sehingga penyembuhan mungkin tidak akan tercapai.


Karena itu, jika Anda sedang mengonsumsi antibiotika, misalnya
ampisilin, amoksilin, kloramfenikol dan lain-lain, sebaiknya Anda
jangan minum susu, apalagi minum obat antibiotika tersebut bersama
dengan susu. Jika Anda ingin minum susu juga, sebaiknya tunggu sekitar
dua jam setelah atau sebelum minum antibiotika, agar penyerapan obat
antibiotika tersebut di saluran pencernaan tidak terganggu.


Tidak semua jenis obat tidak baik dikonsumsi bersama-sama dengan susu.
Ada beberapa obat, terutama yang bersifat mengiritasi lambung, justru
dianjurkan untuk diminum bersama susu atau pada waktu makan. Gunanya
agar susu atau makanan tersebut dapat mengurangi efek iritasi lambung
dari obat yang dikonsumsi. Walaupun susu atau makanan dapat sedikit
mengurangi daya kerja obat-obat tersebut, namun efek perlindungannya
terhadap iritasi lambung lebih bermanfaat dibandingkan dengan efek
penurunan daya kerja obat yang sangat sedikit.


Obat-obat seperti ini, contohnya obat-obat antiinflamasi nonsteroid
seperti asetosal dan ibuprofen, yang biasa diberikan untuk meredakan
atau mengurangi rasa sakit, nyeri, atau demam. Begitu juga obat-obat
kortikosteroid yang biasanya digunakan untuk meredakan inflamasi
(misalnya bengkak atau gatal-gatal) seperti prednison, prednisolon,
metilprednisolon, dan lain-lain.


Bagaimana dengan kopi? Kopi, sebagaimana kita ketahui, mengandung
kafein. Kafein bekerja merangsang susunan syaraf pusat. Jadi, agar
efek stimulan terhadap susunan syaraf pusat tidak berlebihan, hindari
mengkonsumsi bahan-bahan yang mengandung kafein seperti kopi, teh,
coklat, minuman kola, dan beberapa merek minuman berenergi (energy
drink) ketika Anda sedang dalam pengobatan menggunakan obat-obat yang
juga dapat merangsang susunan syaraf pusat seperti obat-obat asma yang
mengandung teofilin atau epinefrin.


Walaupun sebagian besar rakyat Indonesia bukan peminum alkohol, patut
juga disampaikan disini bahwa ketika Anda minum obat sebaiknya sama
sekali berhenti minum alkohol. Alkohol mempunyai pengaruh yang sangat
kuat terhadap fisiologis tubuh sehingga dapat mengganggu atau bahkan
mengubah respons tubuh terhadap obat yang diberikan. Contohnya,
obat-obat antihistamin atau antialergi (biasanya diberikan untuk
meringankan gejala alergi, flu atau batuk) umumnya menyebabkan
mengantuk. Konsumsi antihistamin bersama dengan alkohol akan menambah
rasa kantuk dan memperlambat performa mental dan motorik.


Alkohol juga akan meningkatkan risiko perdarahan lambung dan kerusakan
hati jika dikonsumsi bersama obat-obat penghilang rasa sakit seperti
parasetamol atau asetaminofen. Alkohol juga dilarang diminum bersama
dengan obat-obat penurun tekanan darah tinggi golongan beta-blocker
seperti misalnya propranolol. Kombinasi alkohol-propranolol dapat
menurunkan tekanan darah secara drastis dan membahayakan keselamatan
jiwa pasien. Tape, walaupun sedikit, sudah kita ketahui mengandung
alkohol, terutama tape ketan atau tape beras. Oleh sebab itu sebaiknya
kurangi atau hindari makan tape ketika Anda mengkonsumsi obat-obat
yang dapat berinteraksi dengan alkohol seperti yang diuraikan di atas.


Pengaruh makanan atau minuman terhadap obat dapat sangat signifikan
atau hampir tidak berarti, bergantung pada jenis obat dan
makanan/minuman yang kita konsumsi. Selain itu harus pula difahami
bahwa sangat banyak faktor lain yang mempengaruhi interaksi ini,
antara lain dosis obat yang diberikan, cara pemberian, umur, jenis
kelamin, dan tingkat kesehatan pasien. Apa yang diuraikan dalam
ruangan ini baru sebagian kecil saja dari pengaruh interaksi
obat-makanan terhadap pengobatan yang kita jalani. Untuk penjelasan
lebih rinci, jangan ragu-ragu untuk bertanya langsung kepada dokter
atau apoteker di apotik. Beliau-beliau dengan senang hati akan
menjawab pertanyaan Anda. Demikian penjelasan yang dapat kami berikan,
mudah-mudahan bermanfaat.


Catatan : Nama-nama obat yang disebutkan dalam penjelasan di atas
adalah nama zat berkhasiat atau nama generiknya. Untuk mengetahui
apakah obat yang Anda konsumsi mengandung senyawa obat tersebut
periksalah komposisi obat pada label atau kemasan. Atau, jika obat
yang Anda terima berupa racikan, periksalah nama obat yang ditulis
dokter dalam resep atau kopi resep yang dapat Anda minta pada petugas
di apotek.



Hangtuah Digital Library
-


-------- Original Message --------

> --
> =================================
> The biggest question in life is:"Why?".
> And the answer is:"Why not?"
> =================================




--
=================================
The biggest question in life is:"Why?".
And the answer is:"Why not?"
=================================

Ingin Membuat Homepage?


  • Cara tercepat dan termudah, adalah dengan membuka account di www.geocities.com. Disini anda akan memperoleh 15 MB gratis. Apabila anda sudah memiliki Yahoo! account, anda dapat langsung login dan dapat langsung memulai. Cukup dengan mengklik "Yahoo! PageWizards", atau "Yahoo! PageBuilder", anda dapat mulai ber-homepage ria dalam waktu kurang dari 15 menit.
  • Bagi rekan-rekan mahasiswa FSU yang ingin membuat homepage di server FSU, klik disini untuk petunjuk set-up. Di sini anda dapat memperoleh space sebesar 250 MB.
  • Jika anda ingin mempunyai "homepage" tapi hanya punya waktu 10 menit/hari, anda dapat membuka account di blogger (bagian dari Google Group), anda cukup repot satu kali saja, selanjutnya cukup kurang dari 10 menit, untuk updating.

Sumedi P. Nugraha

Eddy Yusuf

Suharyo Sumowidagdo

Eric Jobiliong

Tony Sumaryada

Tjipto Juwono

Click for Tallahassee, Florida Forecast

Artikel Terakhir:

  1. Penyebab nyeri otot
  2. Pengaruh Makanan dan Minuman
  3. Ingin Membuat Homepage?
  4. Mencla-mencle
  5. Jika Mesin 'Bersuara'
  6. Mengapa Kita Perlu Makan Daging?
  7. About Us
ARSIP:

  1. August 2003
  2. May 2004
  3. June 2004
  4. July 2004
  5. Halaman Depan

    Powered by Blogger